hanya untuk ku….

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Hanya untuk ku….

Luka, maka biarlah aku saja.

Pedih, maka itu yang ku pilih.

Sudah,

tak usah kau hapus air mata itu,

tak usah kau balut luka itu,

Biar aku saja!

Biar aku saja yang menangis dan terluka.

Dan kau?

Bahagialah,,,,

Karena luka ini hanya untukku

bukan untuk mu….

Diterbitkan di:  on April 24, 2008 at 4:12 am Komentar (4)

untuk air yang mengalir…

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Untuk air yang mengalir

Air tlah temukan muaranya kini,

ia tlah temukan arah nya

tuk mengalir….

dan aku,

tlah temukan alirannya,

yang mengalir perlahan

menuju muaranya,

di dalam hatiku

.

20 April 2008

Di tepi sungai hati

Diterbitkan di:  on at 4:09 am Tinggalkan sebuah Komentar

Senandung Senja

Gantikan matahari dengan bulan.

Pulangkan makhluk bersayap,

pada alam.

Hembuskan angin,

dengan kabar

tentang asa, rasa, dan masa,

dalam hari penuh bahagia.

Larikan tubuh penuh keringat,

pada naungan kasih Tuhan.

Hingga…

semua larut dalam gelap,

dengan gemerlap bintang,

hiasi hari menjelang malam…

Diterbitkan di:  on April 13, 2008 at 4:56 am Tinggalkan sebuah Komentar

Tuhan terlalu bijak, sehingga….

Tuhan terlalu bijak

sehingga

ia menciptakan mu tanpa harga,

karena

jika Tuhan memberikan harga

dalam ciptakan mu,

aku tak dapat membeli seseorang

yang berharga

sepertimu….

Diterbitkan di:  on at 4:54 am Komentar (1)

mungkin

Mungkin,

Tuhan belum ijinkan ku

tuk mengenal cinta saat ini,

ketika diri begitu rapuh oleh segala galau

dan penat yang menyeruak bersama.

Mungkin,

Tuhan kan ijinkan itu nanti,

saat aku telah benarbenar mengerti makna cinta yang sebenarnya,

hingga aku dapat mengerti

apa makna sebenarnya dari sebuah kata bahagia

dalam tiap henbusan nafas yang ada.

Atau,

Mungkin,

Tuhan telah kenalkan cinta padaku

saat ku lengah oleh segala asa yang mendera,

hingga ku tak menyadari,

bahwa cinta yang ku cari

ada di dekat ku….

Diterbitkan di:  on at 4:43 am Komentar (4)

untukmu, sahabat….

apa arti sebuah tangis

jika ia hanya ada

di sela luka?

dan

apa arti sebuah tawa

jika ia tak dapat

hadirkan bahagia?

karena tangis mu

adalah deritaku

dan tawamu

adalah bahagiaku

Diterbitkan di:  on April 10, 2008 at 12:09 pm Tinggalkan sebuah Komentar

mungkin…

mungkin,

hujan telah sampaikan salam ku padanya,,,

ketika angin behembus dengan kencang

dan

ketika langit mendung tak berbintang…

Diterbitkan di:  on April 8, 2008 at 10:00 am Tinggalkan sebuah Komentar

hujan, maaf…

hujan,

mungkin

aku kan berhenti berharap

tuk tetap nantikan sapanya

malam ini,

bahkan

tuk malammalam berikutnya…

ia

memang ada

ketika aku tersenyum

kemudian tertawa,

namun

jiwanya tak lagi bersama bahagianya

yang ia bagi untukku…

hujan,

maaf,

karena tlah ku repotkan tetestetes mu

oleh segala sapa

yang kutitipkan pada mu untuknya…

maaf,

karna tlah ku sibukkan derasmu

oleh segala galau

yang ku adukan padamu

saat ia pergi dan tak sapaku…

hujan…

sekali lagi

maafkan aku…

Diterbitkan di:  on at 9:56 am Komentar (1)

entah!

entah!

aku tak tau,

namun ia tak berhembus seperti biasa,

tak selembut biasa.

mungkin…

hujan lupa sampaikan salam ku padanya

malam ini…

Diterbitkan di:  on at 9:48 am Tinggalkan sebuah Komentar