kepada hujan

kepada hujan, kutitipkan sapaku untuknya. dan kepada hujan pula ku gantungkan penantianku atas balas sapaku.. menanti di tepi jendela kamarku yang selalu terbuka

tak banyak yang ingin ku tahu…

aku hanya ingin tahu dan memastikan

bahwa ia baik-baik saja di sana..

dulu, aku tak paham mengapa gerimis begitu setia menanti hujan datang

namun, kini ku tahu, bahwa ia bukan menanti hal yang sia,

tapi, ia tengah menunggu sebuah cinta

meski ia tahu itu tak sejenak

ia tetap setia menanti hujan datang untuknya…

pun diriku,

yang meski tahu ia tak datang..

jendela kamarku tetap akan ku buka

siapa tahu suatu hari nanti

ia kembali dengan sepotong hati

dengan senyum dan bahagia yang ia bingkiskan untukku….

Diterbitkan di:  on November 19, 2008 at 2:20 am Komentar (2)

entah…

entah,

bagaimana jika suatu hari nanti

hujan sampaikan padaku

bahwa sapanya bukanlah untukku

…. :’(

Diterbitkan di:  on at 2:03 am Tinggalkan sebuah Komentar