kepada hujan, kutitipkan sapaku untuknya. dan kepada hujan pula ku gantungkan penantianku atas balas sapaku.. menanti di tepi jendela kamarku yang selalu terbuka
tak banyak yang ingin ku tahu…
aku hanya ingin tahu dan memastikan
bahwa ia baik-baik saja di sana..
dulu, aku tak paham mengapa gerimis begitu setia menanti hujan datang
namun, kini ku tahu, bahwa ia bukan menanti hal yang sia,
tapi, ia tengah menunggu sebuah cinta
meski ia tahu itu tak sejenak
ia tetap setia menanti hujan datang untuknya…
pun diriku,
yang meski tahu ia tak datang..
jendela kamarku tetap akan ku buka
siapa tahu suatu hari nanti
ia kembali dengan sepotong hati
dengan senyum dan bahagia yang ia bingkiskan untukku….