kepada hujan

kepada hujan, kutitipkan sapaku untuknya. dan kepada hujan pula ku gantungkan penantianku atas balas sapaku.. menanti di tepi jendela kamarku yang selalu terbuka

tak banyak yang ingin ku tahu…

aku hanya ingin tahu dan memastikan

bahwa ia baik-baik saja di sana..

dulu, aku tak paham mengapa gerimis begitu setia menanti hujan datang

namun, kini ku tahu, bahwa ia bukan menanti hal yang sia,

tapi, ia tengah menunggu sebuah cinta

meski ia tahu itu tak sejenak

ia tetap setia menanti hujan datang untuknya…

pun diriku,

yang meski tahu ia tak datang..

jendela kamarku tetap akan ku buka

siapa tahu suatu hari nanti

ia kembali dengan sepotong hati

dengan senyum dan bahagia yang ia bingkiskan untukku….

Diterbitkan di:  on November 19, 2008 at 2:20 am Komentar (2)

entah…

entah,

bagaimana jika suatu hari nanti

hujan sampaikan padaku

bahwa sapanya bukanlah untukku

…. :’(

Diterbitkan di:  on at 2:03 am Tinggalkan sebuah Komentar

untuk hujan

untuk hujan

asal kau tahu…

cinta itu ada untuk bahagia…

bukan untuk memaksa, merubah, apalagi membenci hanya utnuk mencinta…

cinta itu ada untuk dirasa…

kalau saja kau tahu itu, maka daundaun kering itu tak kan merasa sepi…

….

Diterbitkan di:  on Oktober 22, 2008 at 8:59 am Tinggalkan sebuah Komentar

seyum kini

Senyum Kini

mungkin hanya senyum yang kan ada ketika hujan hadir dan sampaikan sapanya untukku. Hh…sebenarnya letih tuk terus nantikannya, nantikan sapanya, senyumnya, dan kemudian hadirnya…

mungkin bagi orang lain, sapanya tak berati apapun.

namun bagiku semuanya -sapa, senyum, dan hadirnya- mengandung makna yang indah…

:)

Diterbitkan di:  on at 8:31 am Tinggalkan sebuah Komentar

jujur

jujur…

aku takut tuk sayanginya

bahkan

untuk mimpikannya

Diterbitkan di:  on Agustus 16, 2008 at 2:02 pm Tinggalkan sebuah Komentar

tangis atau bahagia

Tangis, atau Bahagia?

Entah apa yang seharusnya ada

ketika ku lihat senyum itu begitu indah

menghiasi bibir nya

….

Air mata

atau

tawa?

….

Entah,

Namun, yang pasti

ada yang merintih menahan perih

ketika ia tersenyum

tertawa,

dan

kemudian bahagia

…..

Diterbitkan di:  on Juli 18, 2008 at 1:08 am Komentar (1)

demikian cinta

Demikian cinta…

yang tak kan pernah peduli

apa ia ingat senyummu

ketika kau tak dapat buang bayangnya

dari benamu…


Demikian cinta…

yang tak kan pernah peduli

apa ia tahu namamu

ketika ylah kau patri

namanya dalam hatimu…


Demikian cimta…

yang tak kan pernah peduli

apa ia rindukan mu

kerika kau begitu harapkan hadirnya…

Ya…

demikian cinta…

yang hadir tanpa sapa

dan pergi tanpa permisi…

Maka,

DEMIKIAN CINTA….

Diterbitkan di:  on Juni 12, 2008 at 12:46 pm Tinggalkan sebuah Komentar

ia kembali

masa kembali bawanya kembali

padaku, setelah pergi,

yang seakan tak kan kembali.

ia datang,

ketika segala kengan

tlah terbuang,

dan

segala asa

tlah tiada lagi untuknya…

Diterbitkan di:  on Mei 27, 2008 at 8:36 am Tinggalkan sebuah Komentar

kesempatan untuk ku….

Tuhan terlalu bijak,

hingga tak berikan harga atas kesempatan yang

Dia berikan pada hambaNya,

karena

bila Ia tetapkan itu

kkala beri nafas dalam hidupku,

ku tak dapat belinya tuk kesekian kali,

setelah ku abaikan kesempatan

yang entah untuk

ke berapa kalinya

tuk ku pinta…

Diterbitkan di:  on Mei 1, 2008 at 12:31 am Komentar (1)

untuk hati yang terluka

maaf, tlah ku buat

kau terluka…

maaf, tlah ku buat

kau tersiksa….

tak ada asa dalam tabir masa tuk buatmu menangis…

ku hanya manusia yang tak sempurna

yang hanya bisa berharaptawa kan hadir kembali

dalam tiap detik yang berdetak dalam luapan masa…

maaf, tlah ku buat

kau terluka…

maaf, tlah ku buat

kau tersuksa,

maaf….

Diterbitkan di:  on at 12:25 am Komentar (1)